Memajukan Penelitian Ilmiah melalui Teknik Pencitraan Sel Hidup

Workshop III SIC 2025
Workshop III SIC 2025

Scientific Imaging Center (SIC) di Institut Teknologi Bandung berhasil menyelenggarakan Seri Seminar & Lokakarya III: Memajukan Penelitian Ilmiah Melalui Teknik Pencitraan Sel Hidup pada tanggal 10–11 September 2025. Acara ini merupakan tonggak penting bagi komunitas ilmiah Indonesia sebagai lokakarya pertama di negara ini yang secara khusus didedikasikan untuk analisis pencitraan sel hidup, memperkenalkan para peneliti pada metodologi canggih untuk memantau dan menganalisis sel hidup secara real-time.

Program ini menyatukan keahlian dari dunia akademis dan industri melalui kolaborasi dengan Prof. Nur Atik (Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran), Dr. Indra Wibowo (Sekolah Ilmu Hayati dan Teknologi, ITB), dan Guo Lin, Ph.D., Spesialis Aplikasi dari Evident. Gabungan keahlian mereka memberi para peserta perspektif ilmiah dan teknis tentang teknologi pencitraan sel hidup modern dan pentingnya teknologi tersebut yang semakin meningkat dalam penelitian biomedis.

A total of 16 participants joined the workshop, with the majority coming from academic institutions. Institut Teknologi Bandung accounted for the largest group of attendees, contributing ten participants, while six participants represented external universities and research organizations. Profil kehadiran tersebut menyoroti meningkatnya minat pada pendekatan pencitraan canggih di kalangan peneliti Indonesia dan menunjukkan peluang untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga.

Lokakarya ini mengeksplorasi bagaimana teknologi pencitraan sel hidup mentransformasi penelitian biologi dan medis dengan memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati perilaku seluler, proliferasi, migrasi, dan perubahan morfologis saat terjadi. Melalui serangkaian kuliah, para peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip mikroskopi konfokal, aplikasi pencitraan sel hidup dalam rekayasa jaringan dan studi kultur sel, serta strategi untuk memperoleh data pencitraan berkualitas tinggi dari sampel biologis hidup.

A major component of the event was the practical training session, where participants gained direct experience using the Olympus FV3000 Confocal Laser Scanning Microscope together with the CM30 Cell Culture Monitoring System. Kegiatan praktik meliputi persiapan sampel, prosedur pewarnaan fluoresensi, pengamatan sel hidup, akuisisi gambar, dan analisis kuantitatif pertumbuhan dan konfluensi sel. Latihan-latihan ini memungkinkan para peserta untuk menerjemahkan konsep-konsep teoretis ke dalam keterampilan praktis di laboratorium.

Lokakarya ini juga mendemonstrasikan bagaimana integrasi mikroskopi konfokal dengan sistem pemantauan sel berkelanjutan dapat menghasilkan kumpulan data yang lebih komprehensif untuk penelitian biologi. Dengan menggabungkan pencitraan resolusi tinggi dengan kemampuan pengamatan jangka panjang, para peneliti dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang proses seluler dinamis yang sulit ditangkap menggunakan pendekatan pencitraan konvensional.

Sebagai inisiatif pertama sejenisnya di Indonesia, lokakarya ini menggarisbawahi komitmen SIC untuk memperkenalkan teknologi pencitraan terbaru kepada komunitas riset nasional. Keberhasilan pelaksanaan program ini semakin memperkuat peran SIC sebagai pusat pelatihan mikroskopi tingkat lanjut, kolaborasi ilmiah, dan inovasi dalam penelitian berbasis pencitraan.

Sorotan Lokakarya

  • Acara: Seri Seminar & Lokakarya III – Memajukan Penelitian Ilmiah Melalui Teknik Pencitraan Sel Hidup
  • Tanggal: 10–11 September 2025
  • Peserta: 16 peneliti, pelajar, dan akademisi
  • Pakar yang Berkolaborasi: Prof. Nur Atik, Dr. Indra Wibowo, dan Guo Lin, Ph.D.
  • Sistem yang Digunakan: Olympus FV3000 Confocal Laser Scanning Microscope and CM30 Cell Culture Monitoring System
  • Topik Utama: Pencitraan sel hidup, mikroskopi konfokal, pewarnaan fluoresensi, pemantauan kultur sel, analisis citra, dan penilaian seluler kuantitatif.
  • Signifikansi: Lokakarya analisis pencitraan sel hidup pertama yang diselenggarakan di Indonesia
  • Dampak: Meningkatkan keahlian teknis dan mendorong adopsi teknologi pencitraan canggih untuk penelitian ilmu hayati.

Dengan menyediakan akses bagi para peneliti terhadap instrumentasi mutakhir dan pelatihan khusus, SIC terus berkontribusi pada kemajuan pencitraan ilmiah dan pengembangan keunggulan penelitian di Indonesia.

Balas Komentar